Ketika Hari Itu..

Ketika hari itu tiba, dimana sang ayah mengikrarkan perjanjian suci dihadapan laki-laki yang belum lama dikenalnya, namun sang ayah begitu percaya dan ridho menyerahkan putrinya yang selalu ia kasihi untuk bersama dengan lelaki pilihannya. Menunaikan titah Tuhan dan Rosulnya, untuk beribadah dan membuka lembaran baru hidup dengan seorang yang baru yang akan menjadi terbaiknya disepanjang sisa hidupnya.

Pun dari Kejauhan terlihat sang Ibunda meneteskan air mata bahagia sambil berkata lirih, “Jadilah Matahari untuk keluarga kecilmu Putriku. Ibu tetap selalu menyayangi dan mendoakan kebahagianmu“.

Setelah Ijab Qabul sah ditunaikan, sang Bapak & Ibu berpesan : “Putriku, Tugas bapak dan Ibu telah selesai. Engkau telah kami besarkan dengan segenap hati kami, kasih sayang yang telah kami berikan, semoga dapat engkau tularkan untuk suami dan anak-anakmu. Jadilah istri yang berbakti kepada suami. Kini keberkahan dan keselamatan hidupmu bersama ridho suami

Dan Benar, tidak lama berselang sang putri menyusul suami tercintanya yang sedang menunaikan amanah menuntut ilmu di negeri rantau yang jauh dari tanah air, jauh dari keluarga, jauh dari teman dan kerabat yang begitu ia cintai.

Mulailah mereka berdua membangun dan menjalankan bahtera kecilnya dengan cinta, kasih sayang dan rasa hormat dan pengertian satu sama lain. Menciptakan team work yang solid dengan peran yang selalu dijaga agar tetap pada pakem dan kodratnya. =) Sebagai seorang Imam yang amanah dan Makmum yang taat selalu mengikuti.

Walaupun sesekali Makmumnya tidak patuh dan banyak protes,(*entah kenapa sifat ini begitu susah untuk dihilangkan darinya) namun dihadapi dengan dengan penuh cinta, kesabaran dan kelembutan oleh sang Imam. Beruntung sekali Allah memberikan seorang Imam yang begitu baik hati, penuh cinta, lembut namun tegas, cerdas, juga dermawan.

Dear Kekasihku Suamiku Imamku, Terimakasih telah dan selalu menjadi terbaikku, Mohon untuk tidak pernah bosan dan selalu sabar dalam membimbingku menjadi istri yang taat pada suami. Mohon maaf jika masih banyak dari sikap dan lakuku yg kurang berkenan dihati. Semoga Allah senantiasa memberikan karunia, keberkahan dan keridhoannya untuk bahtera kecil kita. =)

 

** 08/05/2014, from the coldest land in the world

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: